Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengapa peminat Mapala semakin berkurang ?


Tidak dipungkiri, perubahan zaman begitu cepat semenjak tahun 2005. dari informasi internet dan sosail media menjadikan semua interaksi manusia begitu mudah dan real time. Dan sekarang semuanya semakin sangat mudah karena akses internet yang menjamur sampai di pedesaan. 

Mengapa dulu (dibawah tahun 2005) keingginan mahasiswa terhadap organisasi sangat besar, khususnya organisasi mapala. sifat alamiah manusia sebagai mahluk sosial adalah berkelompok, mencari teman diorganisasi adalah salah satu cara. sehingga jumlah peminat mapala waktu itu sangat berbeda dengan sekarang, walaupun tidak semua mapala mengalami hal yang sama. 

Jika dirunut dari tahun ke tahun, sosial media sangat berpengaruh terhadap minat mahasiswa untuk masuk dalam sebuah organisasi. Dari interaksi yang bisa dilakukan di handphone, menyalurkan bakat juga bisa didapat melalui akses internet. 

Sebagai contoh kalau mahasiswa itu mempunyai hobi mendaki atau travelling, dia tidak perlu masuk mapala untuk menyalurkan hobinya, mahasiswa tersebut bisa mencari informasi dan jasa travel yang bisa mengantarnya naik gunung. karena hampir semua detinasi minat khusus sudah diakses oleh biro perjalanan di daerah masing masing. 

Muara dari hobi tersebut adalah sosial media, setelah lelah mendaki gunung, masuk gua, panjat tebing dan lain sebagainya, akhirnya semua hasil dokumentasi itu, dipublish ke akun sosial media. Bukankah hal ini tidak memerlukan peran mapala sebagai organisasi minat dan bakat. 

Selain faktor diatas, faktor lainnya adalah minimnya kegiatan komersil maupun sosial yang dilakukan mapala. padahal dalam berkegiatan adalah promosi paling jitu untuk merekrut anggota baru maupun mempromosikan nama lembaga. kenapa hal ini terjadi, dari fakta dilapangan, rumitnya sebuah organisasi mencari sponsor diakibatkan jalur birokrasi yang membuang waktu. tidak hanya pemerintah, tetapi juga dari perusahaan perusahaan lokal, dan ditambah berita berita kematian pendaki gunung dan meninggal dalam proses pendidikan. 

Ini adalah bahan evaluasi kita bersama, bukan hanya untuk organisasi mapala tetapi juga kelompok pencinta alam. salam lestari