1. Melatih Hidup Mandiri
Kamu akan merasakan rasanya berada di tempat yang jauh dari keluarga dan orang tua. Kamu akan benar-benar hidup sendiri didalamnya. Kamu harus bertahan hidup tinggal
di alam bebas, hutan, gunung dan lain sebagainya.

2. Mengasah Manajemen Diri
Perlu kamu tau kalau kegiatan mendaki gunung bukanlah aktivitas yang serta – merta dapat langsung kamu lakukan. Saat sarapan kamu terpikir untuk mendaki sebuah gunung,
dan siangnya langsung berangkat. Kamu harus bisa mengatur waktu dengan baik, terutama saat berada di alam bebas.

3. Melatih Melakukan Semuanya Sesuai dengan Rencana
Kamu tinggal melakukan perjalanan sesuai dengan daftar operasi yang sudah dibuat. Bila ada perbedaan, contohnya biaya bus lebih mahal, bisa dijadikan catatan. Ini melatih
kamu melakukan semuanya dengan matang.

4. Kamu Terbiasa dengan Bahaya yang Mengancam
Bahaya yang mengancam, seperti hujan, dingin, dan track yang berat, akan sering dialami kamu yang berkecimpung dalam Mapala.

5. Menumbuhkan Sikap Positif
Kamu sudah dilatih untuk bersikap tanggung jawab, konsisten, dan kooperatif. Ini akan menumbuhkan sikap positif dalam dirimu, membentuk jiwa yang sosial, kepedulian terhadap orang banyak, menolong dengan sukarela. Sikap ini akan berguna saat kamu
terjun ke masyarakat nanti.

6. Punya Daya Cipta yang Kuat
Kamu akan memiliki daya cipta, memiliki kemampuan untuk menciptakan, atau membuat sesuatu yang beda. Itulah makna kreatif, yang juga dapat dilatih dengan berkegiatan di alam bebas. Contohnya, kamu bisa menggunakan daun pisang untuk alas makan,
ataupun kamu dapat membuat alas empuk dari rerumputan untuk alas tidur.

7. Melatih Dirimu Bersikap Siaga
tidak terprediksi, semisal langit yang cerah tiba – tiba hujan, tentu menuntut penanganan. Hal inilah yang melatih kesigapan. Sigap mengandung makna tangkas, cepat, dan kuat.

8. Menyalurkan Hobi
Kamu jadi punya waktu menyalurkan hobimu. Kamu dapat mensinergikan hobi dengan kegiatan bertualang. Contoh, sambil melakukan perjalanan, kamu melatih minat fotografi, menulis ( puisi, pengalaman, cerpen ), atau melukis.


9. Bisa Mengenali Diri Sendiri
Kami bisa berdiam sejenak sambil mengamati sekitarmu. Semilir angin pantai, sejuk hijaunya pepohonan, dan gemericik air sungai mampu membawa suasana yang menyenangkan. Kamu akan bisa merasakan rasa syukur yang sebenarnya atas ciptaan tuhan tersebut.

10. Melahirkan Sifat Cinta Terhadap Alam
Kamu kemudian merasa terpanggil untuk menjaga alam, minimal tidak membuang sampah sembarangan, tidak menebang pohon sembarangan, dan lain sebagainya.

11. Menjadikan Tubuhmu Sehat dan Kuat
Bersama dengan alam, kamu akan diajak mengenalan fisik diri sendiri membawa kamu kepada pola hidup yang lebih sehat. Karena merasa kurang atau ingin menambah kemampuan, kamu akan terdorong untuk melatih tubuh.

12. Menambah Jaringan Pertemanan
Aktivitas menantang adrenalin yang akan sering kamu jumpai adalah pendakian gunung, memanjat tebing, memanjat dinding, rafting, susur sungai, susur pantai, hingga susur gua. Semua kegiatan itu tentunya dilakukan secara bersama-sama karena kekompakan 
adalah hal yang utama. Kesetiakawanan dan kerja sama tim adalah kunci untuk survive. Bagaimanapun juga, ketika menemui situasi sulit, kamu tentunya akan meminta tolong kepada teman terdekat.

13. Jiwa persaudaraan yang kuat
Status keangotaannya adalah seumur hidup, berbeda dengan organisasi lainnya yang hanya sebatas usia kuliah saja. Persaudaraan sesama anggota mapala dibatasi oleh usia, artinya sampai kapanpun keaktifan berorganisasi tidak dibatasi sampai anggota tersebut meninggal dunia. Selain itu, ikatan kode etik pencinta alam menjadikan semua organisasi 
Mapala dan kelompok pencinta alam se Indonesia menjadi satu kesatuan yang memegang nilai nilai persaudaraan.

loading...
Next article Next Post
Previous article Previous Post